• briefing rafting.jpg
  • slide1.jpg
  • slide2.jpg
  • slide3.jpg
  • slide4.jpg
  • slide5.jpg
  • slide6.jpg

Arung Jeram Bali

Arung jeram Bali siap hadapi 2014


Pekan lalu para manajer merdeka.com izin sebentar selama 3 hari di Bali. Kami memang jalan-jalan dalam rangka re-freshing (menyegarkan kembali) untuk re-kreasi (berkarya kembali) yang lebih baik bagi pembaca. Selain tim dari redaksi yang dimotori oleh Didik Supriyanto dan Titis Widyatmoko, juga dari manajemen turut serta. Ada tim sales, tim marcomm, IT dan keuangan. Tujuan utama adalah wisata alam Arung Jeram di Sungai Telaga Waja, di kawasan Karangasem. Jaraknya, sengaja dicari yang sesuai dengan tahun depan, yakni 14 km -- sebagai tanda 2014. Ini adalah jarak aliran sungai antara kampung Rendang hingga Pakem di Karangasem. Memang kebetulan, tapi nggak ada salahnya dikait-kaitkan, bahwa pemilihan jarak itu sesuai dengan misi kami: untuk meng-Arung-i Jeram-jeram tahun '14 (dua ribu empat belas).

 

Oleh sebagian orang, tahun 2014 adalah tahun politik. Bagi merdeka.com, adalah tahun penting menunjukkan eksistensi. Baik dari sisi pemberitaan yang bermartabat maupun memberikan dampak bisnis yang positif bagi kami dan masyarakat. Terus terang, selama ini kami hadir dengan bersahaja, tanpa teriak-teriak dengan bikin event besar-besaran seperti halnya product launching lazimnya. Kami justru mengutamakan kinerja yang optimal daripada seremoni yang (kadang) boros. Maklum, kami bukan dari media grup konglomerasi besar dan tidak dekat (tidak mendekat atau didekati) kekuasaan manapun. Namun, kami hanya mengandalkan kualitas pemberitaan, penulisan, penyajian, dan aplikasi-aplikasi di balik www.merdeka.com yang biasa Anda nikmati selama ini. Benar-bener efek WOM (word of mouth) menjadi andalan kami.

Lantas apa hubungannya dengan Arung Jeram?




Maaf kalau ngelantur. Bahwa sangat berhubungan sekali. Dalam arung jeram, di alam bebas, kami semua dari segala bagian, berkumpul bersama dengan satu tujuan: kudu finis. Tidak boleh setengah-setengah. Setelah berkumpul, kita dihadapkan sebuah kenyataan, perahu/pelampung kecil, dengan isi maksimal 5 orang. Mau tidak mau, kita pun membuat tim-tim kecil. Karena diacak timnya, kita dipaksa harus kompak dalam tim baru. Dalam waktu cepat, kita harus segera mengenali masing-masing, berbagi tugas dengan posisi masing-masing, dan langsung bekerjasama menyatukan tekad untuk bisa selamat sampai finis.




Perjalanan 14 km di sungai dengan arung jeram yang menarik, tebing yang siap menghadang, batu besar yang kadang menghentikan langkah sejenak tapi tetap harus ditaklukkan, adalah bagai kenyataan tantangan hidup itu sendiri. Termasuk bagaikan tantangan setiap perusahaan menghadapi situasi di lapangan. Namun, ada semangat menyala, dan kegembiraan yang muncul sebagai luapan kebanggaan ketika kita mendapatkan situasi yang menantang (exciting). Sebelum sampai di finish, pemandu meminta semua kami menyerahkan dayung sampan dan diletakkan di bagian belakang. Ada satu sessi moment yang sangat menarik, dimana kita akan melewati arus yang berujung di air terjun, dimana perahu kita akan mengarus bersama air terjun dengan ketinggian sekitar 4 meter.




Ada rasa takut ketika mendapatkan info bahwa kami akan terjun bebas. Semua diminta pegangan. Dan, pelan-pelan perahu pun berjalan. Posisi kami diarahkan oleh pemandu. Sampai pada waktunya, kami melihat bahwa perahu sudah berada di bibir ujung air yang terjun membuat perahu kami pun terbang menukik dalam beberapa saat tak menyentuh bumi sebelum akhirnya suara debum ombak dibuncahkan perahu dengan lima penumpang yang selamat dan berteriak bangga! Rasa takut yang sempat mencekam, hilang. Dahsyat, juara! Kami bisa taklukkan arung jeram itu. Memang, ada tantangan, dan kami pun meluapkan kegembiaraan dengan tawa lepas dan penuh bangga karena menaklukkan Arung Jeram. Peristiwa di KM13 yang ekstrem itulah yang paling ditunggu sekaligus ditakuti.




Alhamdulillah, kami semua peserta selamat dan mencapai finis. Meski, dalam perjalanan menghadapi bermacam kendala, itulah kenyataan dalam kita berusaha yang mengarungi jeram-jeram kehidupan. Ada yang sempat terjatuh, tapi bangkit lagi. Yang lain bisa jadi meremehkan yang jatuh, tapi sebaliknya yang jatuh justru tahu ada apa di dasar sungai, dari telapak kakinya yang merasakan. Dan, paling tidak, dia tahu pelajaran apa yang dipetik sehingga jatuh tersebut. Setiap tim punya cerita sendiri. Dengan keseriusannya, dengan ketegangannya karean kehilangan dayung, dengan kenakalannya karena bisa ngerjain tim lain, dan juga dengan kepongahannya karena bisa mendahului perahu lain.




Ketika hari sudah mulai siang, sekitar pukul 13.00 WITA, perjalanan sekitar 2 jam mengarungi jeram sungai mencapai finis semuanya, di situlah kami syukuri. Semua sampai dengan selamat, tiada yang tertinggal. Tiba finish di KM14 bawah, ternyata itu bukan akhir dari perjalanan. Setelah arung jeram, semua peserta harus menaiki tangga setapak yang tingginya sekitar 400 meter. Waduh!




Sumber : www.merdeka.com

 

 

Category: Uncategorised

   

   contact awan

 

Fans Page

Pengunjung

Untuk mendapatkan Proposal,  Presentasi dan Konsultasi, silahkan hubungi kami :

Trans Outbound Indonesia

Kebagusan Besar (Jl. H. Mursyid Rt. 004/04 ) No. 22, Ps.Minggu Jak-Sel 12520

e-mail:
transoutbound@yahoo.com


Office : 021- 22701130

Ifan : 0857-7749-7276 / 0812-9676-8016

Mila : 0857-1629-8332 / 0812-8082-6811

Pia : 0821-1242-0749 / 0858-1755-1887